Ada beberapa tragedi dikala pesawat komersil ditembak jatuh
atau dihadang pesawat tempur karena dicurigai melakukan mata-mata.
Berikut ini daftar pesawat-pesawat komersil yang pernah ditembak jatuh
sejak tahun 1955:
1. El Al nomor penerbangan 402 (1955)
1. El Al nomor penerbangan 402 (1955)
El Al L-049 Constellation mirip dengan Flight 402.
El Al
nomor penerbangan 402 adalah penerbangan penumpang internasional dari
London ke Tel Aviv melalui Wina dan Istanbul. Pada penerbangan tanggal
27 Juli 1955 kala itu, pesawat ini dioperasikan oleh Lockheed L-049
Constellation terdaftar sebagai 4X-AKC.
Saat terbang di antara Wina dan Istanbul dalam perjalanan ke Israel, pesawat tersesat ke wilayah udara Bulgaria, negara Blok Timur dikala itu.
Maka perintah tembak jatuh dikeluarkan oleh Bulgaria dengan menggunakan dua jet tempur MiG-15 milik Bulgaria dan jatuh di dekat Petrich , Bulgaria.
Kecelakaan itu terjadi di tengah hubungan yang sangat tegang antara Blok Timur dan Barat dan adalah yang paling mematikan yang melibatkan Lockheed L-049 Constellation pada saat itu.
Saat terbang di antara Wina dan Istanbul dalam perjalanan ke Israel, pesawat tersesat ke wilayah udara Bulgaria, negara Blok Timur dikala itu.
Maka perintah tembak jatuh dikeluarkan oleh Bulgaria dengan menggunakan dua jet tempur MiG-15 milik Bulgaria dan jatuh di dekat Petrich , Bulgaria.
Kecelakaan itu terjadi di tengah hubungan yang sangat tegang antara Blok Timur dan Barat dan adalah yang paling mematikan yang melibatkan Lockheed L-049 Constellation pada saat itu.
Insiden Lockheed Constellation ini menewaskan 58 penumpang
yang terdiri dari 7 awak dan 51 penumpang. Bulgaria kemudian
mengeluarkan permintaan maaf resmi, dan mengatakan pilot telah “terlalu
terburu-buru.”
2. Libyan Airlines nomor penerbangan 114 (1973)
Boeing 727-224 Libyan Arab Airlines nomor penerbangan 114 registrasi 5A-DAH yang ditembak jatuh, difoto pada tahun 1972.
Pada tanggal 21 February 1973, Boeing 727-224 Libyan Arab Airlines
nomor penerbangan 114 registrasi 5A-DAH, merupakan sebuah penerbangan
terjadwal oleh Libyan Arab Airlines dari Tripoli menuju Kairo, via
Benghazi.
Pesawat jenis Boeing 727 dari Kairo ini tampaknya bingung oleh cuaca
buruk dan menyeberang ke wilayah udara Sinai yang dinyatakan sebagai
zona perang.
Di tengah laporan rencana teroris untuk menggunakan pesawat sipil
untuk menyerang Israel, maka pesawat tempur F-4 Tiger milik Angkatan
Udara Israel mencegatnya.
Jet tempur mengeluarkan sinyal peringatan sebelum kemudian menembak
jatuh pesawat. Pesawat tersebut ditembak jatuh di Semenanjung Sinai oleh
Angkatan Udara Israel.
Kecelakaan tersebut menewaskan 108 penumpang dan 5 orang terluka dari total 113 orang yang berada di dalamnya.
3. Korean Air Lines nomor penerbangan 902 (1978)
Pesawat Boeing 707 Korean Air Lines penerbangan 902 setelah mendarat di Uni Soviet. Terlihat kerusakan pada sayap kiri.
Pada 20 April 1978, pesawat melakukan pendaratan darurat di Murmansk. Korean Air Lines Penerbangan 902 merupakan pesawat Boeing 707 yang menerbangi jalur Paris-Anchorage-Seoul.
Tragedi diawali oleh peralatan navigasi pada penerbangan dari Paris
menuju Seoul itu mengalami malfungsi, inilah yang menyebabkan pilot
memutuskan terbang ke wilayah udara Soviet di atas Lingkaran Kutub
Utara.
Pasukan Soviet yang menduga pesawat ini tengah melakukan misi
pengintaian itu, lalu menerbangkan minimal dua pesawat tempur Sukhoi
Su-15 dan menembaki Boeing 707 tersebut, kemudian memaksanya untuk
melakukan pendaratan darurat di dekat perbatasan Finlandia disebuah
danau yang beku.
Kecelakaan ini menewaskan 2 orang penumpang dan 107 penumpang selamat
saat mendarat di danau beku tersebut. Uni Soviet kemudian menuntut
ganti rugi pada pemerintah Korea Selatan senilai US$ 100 ribu sebagai
biaya operasi penyelamatan, tapi tagihan itu tak pernah dibayar.
4. Korean Air Lines nomor penerbangan 007 (1983)
Ilustrasi pesawat Korean Air Lines Penerbangan 007
Korean Air
Penerbangan 007 adalah sebuah pesawat Boeing 747 yang terbang dengan
rute New York City, Amerika Serikat, menuju Seoul, Korea Selatan. Lalu
sebuah interceptor Soviet menembak jatuh Boeing 747 itu dalam
penerbangannya dari New York ke Seoul dengan 269 orang didalamnya.
Pesawat itu ditembak jatuh oleh pesawat Uni Soviet karena pesawat
tersebut terbang di atas pangkalan militer Uni Soviet dan kemudian jatuh
di Laut Okhatsk, Uni Soviet, pada 1 September 1983. Kecelakaan ini
menewaskan seluruh penumpang yang berjumlah 269 orang termasuk seorang
anggota Kongres Amerika Serikat, Lawrence McDonald.
Pejabat Soviet percaya bahwa pesawat, yang telah menyeberang ke
wilayah udara Soviet, sedang dalam misi pengintaian. Uni Soviet
mengklaim bahwa Amerika sengaja menguji kesiapan pertahanan Uni Soviet
atau bahkan memprovokasi perang.
Hingga kini, tragedi ini merupakan kecelakaan pesawat terbesar dalam
sejarah Korea Selatan. Kecelakaan ini merupakan salah satu momen Perang
Dingin yang paling panas. Hal ini kemudian meningkatkan sentimen
anti-Soviet dan anti-komunis secara umum di Amerika Serikat.
Bahkan sampai kini pula, masih banyak pandangan-pandangan dan
teori-teori alternatif yang berbeda dan bahkan saling bertentangan
mengenai kecelakaan tersebut.
Beberapa detail kecelakaan tersebut akhirnya terungkap setelah
transkrip penerbangan tersebut dirilis, ditambah lagi dengan dirilisya
rekaman kotak hitam oleh Federasi Rusia, setelah Uni Soviet bubar.
5. Iran Air nomor penerbangan 655 (1988)
Pesawat Iran Air A300B2-200 yang serupa dengan yang terlibat pada kecelakaan. (diregistrasi EP-IBT) (wikipedia)
Iran Air nomor penerbangan 655 (IR 655) merupakan sebuah penerbangan
terjadwal oleh Iran Air dari Tehran menuju Dubai, via Bandar Abbas.
Pesawat tersebut ditembak jatuh di Teluk Persia oleh misil Amerika
Serikat yang ditembakkan oleh kapal penjelajah USS Vincennes.
Di tengah perang Iran-Irak dan dengan ketegangan tinggi antara AS dan
Iran, Angkatan Laut Amerika Serikat mengira pesawat penumpang Iran,
yaitu sebuah pesawat jenis Airbus 300, adalah jet tempur musuh.
Setelah mengeluarkan beberapa peringatan dan diabaikan, maka rudal
penghancur SM-2MR surface-to-air missiles dari USS Vincennes ditembakkan
dan menghantam pesawat pada ketinggian 7.500 kaki di atas Lurus Hormuz,
Semua penumpang dan awaknya yang berjumlah 290 orang termasuk 38
warga negara asing asal Uni Emirat Arab, India, Pakistan, Italia, dan
Yugoslavia, 16 krew serta 66 anak-anak, tewas.
http://upload.wikimedia.org/wikipedi…-Scott2335.jpg
Perangko yang dikeluarkan Iran atas tragedi ini
Tragedi ini merupakan kecelakaan terbesar sepanjang sejarah
penerbangan dunia pada tahun 1988. Peristiwa ini juga merupakan
kecelakaan pesawat dengan jumlah korban terbesar yang melibatkan Airbus
A300 B2-203.
Ternyata kapal perang AS tersebut telah salah mengidentifikasi
pesawat tersebut sebagai pesawat tempur F-14 Tomcat milik Iran (F-14
Tomcat hanya dioperasikan 2 negara, yaitu AS dan Iran).
Insiden itu sampai hari ini terus menjadi masalah bagi hubungan Iran
dan Amerika Serikat, yang sudah rusak pasca Revolusi Islam Iran tahun
1979.
Pemerintah Iran hingga sekarang mengklaim USS Vincennes sengaja
menembak jatuh pesawat tersebut. Sementara Amerika Serikat pasca insiden
tersebut menyatakan penyesalan atas insiden tersebut, namun belum
pernah menyatakan bertanggung jawab secara resmi, membayar ganti rugi
maupun meminta maaf secara resmi kepada Iran hingga hari ini.
Sampai kini, Iran Air masih tetap menggunakan nomor penerbangan IR655
untuk penerbangan Tehran-Dubai sebagai memorial terhadap penumpang yang
tewas dalam kecelakaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar